DIY mempunyai beragam potensi budaya, baik budaya yang tangible (fisik) maupun yang intangible (non fisik). Potensi budaya yang tangible antara lain kawasan cagar budaya dan benda cagar budaya sedangkan potensi budaya yang intangible seperti gagasan, sistem nilai atau norma, karya seni, sistem sosial atau perilaku sosial yang ada dalam masyarakat.
DIY memiliki tidak kurang dari 515 Bangunan Cagar Budaya yang tersebar di 13 Kawasan Cagar Budaya. Keberadaan aset-aset budaya peninggalan peradaban tinggi masa lampau tersebut, dengan Kraton sebagai institusi warisan adiluhung yang masih terlestari keberadaannya, merupakan embrio dan memberi spirit bagi tumbuhnya dinamika masyarakat dalam berkehidupan kebudayaan terutama dalam berseni budaya dan beradat tradisi. Selain itu, Provinsi DIY juga mempunyai 30 museum, yang dua di antaranya yaitu Museum Ullen Sentalu dan Museum Sonobudoyo diproyeksikan menjadi museum internasional. Pada 2010, persentase benda cagar budaya tidak bergeak dalam kategori baik sebesar 41,55%, sedangkan kunjungan ke museum mencapai 6,42%[32].
Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Daerah Istimewa setingkat provinsi di Indonesia yang merupakan peleburan bekas (Negara) Kesultanan Yogyakarta dan [Negara] Kadipaten Paku Alaman. Daerah Istimewa Yogyakarta yang terletak di bagian selatan Pulau Jawa bagian tengah dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah dan Samudera Hindia. Daerah Istimewa yang memiliki luas 3.185,80 km2 ini terdiri atas satu kota dan empat kabupaten, yang terbagi lagi menjadi 78 kecamatan dan 438 desa/kelurahan. Menurut sensus penduduk 2010 memiliki jumlah penduduk 3.452.390 jiwa dengan proporsi 1.705.404 laki-laki dan 1.746.986 perempuan, serta memiliki kepadatan penduduk sebesar 1.084 jiwa per km2[4].
Penyebutan nomenklatur Daerah Istimewa Yogyakarta yang terlalu panjang menyebabkan sering terjadinya penyingkatan nomenkaltur menjadi DI Yogyakarta atau DIY. Daerah Istimewa ini sering diidentikkan dengan Kota Yogyakarta sehingga secara kurang tepat disebut dengan Jogja, Yogya, Yogyakarta, Jogjakarta. Walaupun memiliki luas terkecil ke dua setelah Provinsi DKI Jakarta, Daerah Istimewa ini terkenal di tingkat nasional dan internasional. Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi tempat tujuan wisata andalan setelah Provinsi Bali. Selain itu Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi daerah terparah akibat bencana gempa pada tanggal 27 Mei 2006 dan erupsi Gunung Merapi pada medio Oktober-November 2010.
Dengan Yogyakarta menjadi tempat seni dan budaya hingga sekarang muncul seniman-seniman muda dengan menuangkannya dalam beberapa bentuk komersial. Salah satunya adalah dengan menjual sepatu lukis. Sepatu lukis yang di jual merupakan lukisan tangan.
Seniman sepatu lukis menggunakan sepatu dengan bahan kanvas sebagai media lukis. Sekarang sepatu lukis termasuk model sepatu terbaru dan menjadi tren sepatu. Seperti Kanvas pada umumnya warna dasar sepatu adalah putih. Sebuah alasan mengapa Sepatu lukis memiliki daya tarik tersendiri bagi pencintanya adalah Sepatu lukis dapat dilukis sesuai dengan keinginan konsumen. Tipe bahan dasar Sepatu lukis sendiri memiliki beberapa model dengan harga berfariasi. Model Sepatu lukis antara lain : Slop cowok, Flat, Sneaker high, Sneaker low, Soft tali, santika dan Converse.
1. cod: S sepatu lukis Flet di jual dengan harga Rp 90.000
2. cod: ST sepatu lukis Soft tali di jual dengan harga Rp 135.000
3. cod: SA sepatu lukis Santika di jual dengan harga Rp 130.000
4. cod: SC sepatu lukis Slop Cowok di jual dengan harga Rp 130.000
5. cod: SL sepatu lukis Sneaker Low di jual dengan harga Rp 140.000
6. cod: SH sepatu lukis Sneaker High di jual dengan harga Rp150.000
![]() |
| Bahan dasar sepatu lukis Flet Rp 90.000 |
![]() |
| Bahan dasar sepatu lukis santika Rp 130.000 |
![]() |
| Bahan dasar sepatu lukis Slop cowok Rp 130.000 |
![]() |
| Bahan dasar sepatu lukis Sneaker high Rp 150.000 |
![]() |
| Bahan dasar sepatu lukis soft tali Rp 135.000 |
![]() |
| Bahan dasar sepatu lukis Sneaker Low Rp 140.000 |
Ukuran terpanjang adari tumit hingga ujung ibu jari kaki dalam CM
|
Ukuran sepatu
|
23
|
36
|
23
|
37
|
24
|
38
|
24
|
39
|
25
|
40
|
26
|
41
|
26.5
|
42
|
Panduan ukuran sepatu lukis Flet
Ukuran terpanjang adari tumit hingga ujung ibu jari kaki dalam CM
|
Ukuran sepatu
|
23
| 35 |
23
|
36
|
24
|
37
|
24
|
38
|
25
|
39
|
26
|
40
|
Mengapa panduan ukuran sepatu Flet tidak sama dengan sepatu lainnya?? Karena Sepatu flet yang di gunakan merupakan merek Pang yang memiliki ukuran lebih besar dari standart ukuran. Sepatu lukis murah Jogja melayani pemesanan sepatu dengan motif yang di inginkan. Juga melayani pemesanan sepatu lukis wajah, sepatu luikis foto. Untuk gambar wajah diharapkan untuk memberikan foto asli dengan format Jpg dan juga gambar Vector atau kartun, hal ini di lakukan karena hasil lukisan akan seperti kartun. Contoh sepatu lukis Motif One Or Rock asli seperti ini :
![]() |
| motif sepatu lukis One Or Rock |
Namun setelah di lukis maka hasilnya akan seperti di bawah ini.
![]() |
| Sepatu Lukis One Or Rock |
Itu adalah salah satu kelemahan sepatu lukis, namun sebisa mungkin kirimkan foto dengan vector semirip mungkin sehingga tidak mengecewakan. Untuk Motif bisa dari koleksi sendiri ataupun Googling. Mengenai motif bisa Reques namun model sepatu boleh memili sesuai yang tersedia di atas. Harga yang di tawarkan merupakan harga murah di bandingkan dengan Online Shop lainnya, walaupun harga belum termasuk ongkos kirim. Untuk memesan Sepatu lukis murah Jogja bisa langsung menghubungi via Facebook Sepatu lukis murah Jogja atau sms ke 085649528805. Untuk melukis sepatu membutuhkan waktu yang tidak sebentar apalagi dengan motif yang sulit, jadi waktu pengerjaan antara 3 hari sampai 10 hari tergantung banyaknya pemesanan.
Sleman, Yogyakarta








